RELIMA Sulsel Gelar Tudang Sipulung 2026, Bahas Tugas, Strategi, Peluang, dan Tantangan

Makassar, 25 Mei 2026 – Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Sulsel menggelar kegiatan “Tudang Sipulung RELIMA 2026” secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin malam. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum koordinasi bagi para pegiat komunitas baca untuk memperkuat gerakan berbasis masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut dihadiri oleh relawan dari berbagai daerah, di antaranya Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Parepare, Kepulauan Selayar, Luwu Timur, Maros, Pinrang, Sidenreng Rappang, Sinjai, Takalar, Wajo, Makassar, dan Palopo. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan semangat kebersamaan dalam mendukung penguatan budaya baca di daerah masing-masing.
Dalam forum tersebut, peserta membahas tugas dan peran relawan dalam meningkatkan minat baca serta menghadirkan kegiatan edukatif yang lebih dekat dengan masyarakat. Para peserta juga berdiskusi mengenai pentingnya membangun gerakan komunitas yang mampu melibatkan berbagai unsur masyarakat secara aktif dan berkelanjutan.
Selain itu, Tudang Sipulung RELIMA 2026 turut membahas berbagai strategi pengembangan program melalui kolaborasi antara komunitas baca, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), sekolah, pemerintah desa, hingga organisasi kepemudaan. Kolaborasi dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan kegiatan dan memperkuat peran komunitas di tengah masyarakat.
Diskusi juga mengangkat berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan gerakan masyarakat, termasuk memperluas jejaring antarkomunitas, meningkatkan partisipasi warga, serta menghadirkan kegiatan yang lebih kreatif dan edukatif. Para relawan menilai semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membangun gerakan yang lebih berkembang dan berkelanjutan.
Di sisi lain, para peserta turut membahas sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti menjaga konsistensi kegiatan komunitas, memperkuat koordinasi antarelawan di berbagai daerah, serta membangun program yang mampu berjalan secara berkesinambungan. Walaupun tidak mudah, RELIMA tetap akan terus berupaya melalui berbagai strategi yang telah direncanakan guna memperkuat gerakan dan memperluas keterlibatan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta juga saling berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan kegiatan di daerah masing-masing. Berbagai gagasan dan masukan disampaikan sebagai upaya memperkuat gerakan berbasis komunitas agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Relawan dari Kabupaten Takalar dalam kesempatan itu menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung program-program Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat.
“Tudang Sipulung ini menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan relawan. Kami siap bergerak bersama mendukung program Perpusnas RI dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar salah satu peserta.
Koordinator RELIMA Sulsel selaku inisiator kegiatan berharap Tudang Sipulung dapat menjadi agenda rutin untuk mempererat koordinasi dan memperkuat jaringan antarelawan. Melalui forum tersebut, RELIMA diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi yang aktif dalam membangun ekosistem yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan. Kegiatan Tudang Sipulung RELIMA 2026 ditutup dengan komitmen bersama para RELIMA untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat gerakan di berbagai daerah. Dengan sinergi yang terus terbangun, RELIMA Sulsel diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan budaya baca dan pengembangan masyarakat secara luas.
