Pendaki Asal Maros Taklukkan Rinjani Lewat Jalur Ekstrem, Kibarkan Semangat Mahasiswa STAI DDI Maros
LOMBOK — Perjalanan penuh tantangan berhasil dituntaskan Afif Ahmadinejad, seorang pendaki muda asal Maros, Sulawesi Selatan, yang sukses mencapai puncak Gunung Rinjani melalui jalur lintas Sembalun–Torean. Ekspedisi selama 4 hari 3 malam ini menjadi bukti ketangguhan fisik sekaligus semangat identitas sebagai mahasiswa STAI DDI Maros.
Tak hanya dikenal sebagai pendaki, Afif juga merupakan relawan dan penggiat literasi di Taman Baca Rumakayoe. Aktivitasnya di dunia literasi menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya, yang turut membentuk ketangguhan mental dan kepedulian sosialnya.
Afif memulai perjalanannya dari Makassar dengan bergabung dalam sebuah open trip yang diinisiasi rekannya. Rencana awal yang sederhana berkembang menjadi rombongan berjumlah sembilan orang setelah mereka bertemu pendaki lain setibanya di Lombok.
“Awalnya cuma beberapa orang dari Makassar, tapi di Lombok kami bertemu tiga pendaki lain yang akhirnya ikut bergabung,” ungkap Afif setelah turun gunung.
Pendakian dimulai dengan optimisme tinggi, namun tantangan berat mulai terasa saat tim memasuki jalur menuju puncak, khususnya di area yang dikenal ekstrem seperti Letter E. Medan terjal dan energi yang terkuras memaksa mereka berjuang ekstra keras.
Mereka memulai summit attack pada pukul 02.00 dini hari, tetapi perjalanan menuju puncak memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Rasa lelah yang memuncak bahkan membuat beberapa anggota sempat tertidur di jalur. Meski demikian, sekitar pukul 10.00 pagi, mereka akhirnya tiba di puncak dan disambut panorama kawah Rinjani yang memukau.

Perjalanan belum usai. Rombongan memilih turun melalui jalur Torean, yang dikenal lebih panjang dan menantang. Sepanjang lintasan, mereka harus menghadapi hujan deras dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang.
“Lintas Sembalun–Torean ini benar-benar menguji mental. Hampir sepanjang perjalanan diguyur hujan dan tertutup kabut, tapi kami saling menguatkan,” ujar Afif.
Di tengah kondisi ekstrem tersebut, Afif mengaku terus mengingat nilai-nilai dan semangat sebagai mahasiswa STAI DDI Maros. Pengalaman sebagai relawan literasi juga menjadi sumber kekuatan tersendiri, membantunya tetap fokus dan pantang menyerah dalam kondisi sulit.
Kisah ini pun menjadi inspirasi, khususnya bagi kalangan mahasiswa dan pegiat sosial, bahwa semangat petualangan, kepedulian terhadap pendidikan, dan identitas diri dapat berjalan beriringan. Afif membuktikan bahwa dengan persiapan matang, doa, dan solidaritas tim, tantangan seberat apa pun dapat dilalui.
Sebagai salah satu gunung berapi tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl, Gunung Rinjani memang dikenal sebagai destinasi pendakian yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Perjalanan Afif menjadi gambaran nyata bahwa di balik setiap puncak, ada perjuangan panjang yang layak untuk diperjuangkan. (mat@ri)
