Dorong Minat Baca Anak, Taman Baca Rumakayoe Pinjamkan 200 Buku di Dua Desa Bontoa
Maros, 26 Januari 2026 — Upaya menumbuhkan minat baca sejak dini terus digalakkan di Kecamatan Bontoa. Taman Baca Rumakayoe berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI DDI Maros Angkatan XXXVI dalam kegiatan literasi yang dilaksanakan di Desa Ampekale dan Desa Bonto Bahari.
Dalam kolaborasi ini, Taman Baca Rumakayoe meminjamkan sebanyak 200 buku bacaan anak bermutu, masing-masing 100 buku untuk setiap desa. Buku-buku tersebut terdiri dari cerita anak, pengetahuan dasar, hingga bacaan edukatif yang dirancang ramah anak dan sesuai dengan usia pembaca.
Kegiatan literasi ini menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN yang bertujuan mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan membangun kebiasaan membaca di tengah masyarakat desa. Anak-anak terlihat antusias mengikuti berbagai aktivitas membaca bersama, bercerita, dan diskusi ringan yang dipandu oleh mahasiswa KKN.

Perwakilan Taman Baca Rumakayoe menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen untuk memperluas akses bacaan berkualitas hingga ke pelosok desa. “Kami percaya bahwa buku adalah jendela dunia. Melalui kerja sama dengan mahasiswa KKN, kami ingin memastikan anak-anak di desa memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal dan mencintai literasi sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa KKN STAI DDI Maros Angkatan XXXVI menilai kegiatan ini sebagai pengalaman berharga dalam mengabdi kepada masyarakat. Selain menjadi fasilitator literasi, mahasiswa juga berperan sebagai pendamping belajar dan motivator bagi anak-anak agar lebih dekat dengan buku.
Masyarakat Desa Ampekale dan Desa Bonto Bahari menyambut positif kegiatan ini. Kehadiran ratusan buku bacaan anak diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi pemantik tumbuhnya ruang-ruang baca yang aktif di lingkungan desa.
Kolaborasi antara Taman Baca Rumakayoe dan mahasiswa KKN STAI DDI Maros ini menjadi contoh sinergi nyata antara komunitas literasi dan dunia akademik dalam menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan gemar membaca.
