Uncategorized

Al Washliyah Sulawesi Tenggara Gelar Safari Dakwah Ramadhan di 3 Kota & Kabupaten

KOLAKA TIMUR – Pelaksanaan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Kolaka Timur berlangsung khidmat dengan mengusung semangat kebangkitan generasi muda (Jumat, 27 Februari 2026). Agenda ini ditandai dengan penyerahan simbolis mushaf Al-Qur’an dari PB Alzis yang diwakili oleh Ketua Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah, Ustadz Marjuwan Ibrahim, Lc., M.A.

Momentum tersebut menjadi agenda tahunan, melainkan menjadi simbol penguatan dakwah untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Ustadz Marjuwan menyampaikan apresiasi atas suksesnya Safari Ramadan di Kolaka Timur dan berharap setiap langkah dakwah ini menjadi ladang pahala serta mempererat ukhuwah Islamiyah di daerah tersebut.

Ustadz Marjuwan, yang merupakan alumni Mesir dan Yordania, memberikan penekanan khusus pada kesiapan mental dan skill generasi muda. Ia menyatakan: “Selamat dan sukses atas terlaksananya Safari Ramadan 1447 H di Kolaka Timur. Semoga setiap langkah dakwah menjadi ladang pahala, menguatkan ukhuwah, dan menghadirkan keberkahan bagi umat serta daerah. Teruslah menjadi cahaya kebaikan di bulan penuh rahmat ini,” ujarnya dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, beliau memaparkan visi mengenai kemandirian ekonomi yang harus berjalan beriringan dengan kemampuan intelektual. Ia menjelaskan peluang besar yang ada di hadapan pemuda Islam saat ini:
“Kalau anak-anak kita pintar bahasa Inggris, ditambah pandai bertani atau memiliki keahlian produktif lainnya, itu luar biasa. Mereka bisa berdakwah secara global sekaligus mandiri secara ekonomi. Komoditas seperti melon, sukun, dan talas memiliki prospek ekspor yang menjanjikan dan sangat diminati pasar internasional seperti Jepang,” jelasnya.

Menanggapi pandangan miring sebagian masyarakat terhadap institusi pendidikan Islam, Ustadz Marjuwan memberikan pembelaan yang tegas mengenai masa depan para santri. Ia menegaskan: “Kalau ada yang beranggapan sekolah di pesantren atau Aliyah itu tidak punya masa depan, itu salah total. Justru dari pesantrenlah akan lahir para pemimpin masa depan. Mereka dibekali ilmu agama, akhlak, dan karakter yang kuat sebagai fondasi kepemimpinan yang kokoh untuk bersaing secara akademik maupun profesional,” tegasnya.

Mengangkat tema besar “Masa Depan Islam di Tangan Pemuda”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi tentang empat pilar utama: kedekatan dengan Al-Qur’an, penguasaan bahasa asing, kemandirian ekonomi, dan keahlian teknis. Safari Ramadan 1447 H ini diharapkan menjadi titik balik dalam membangun kesadaran kolektif bahwa kejayaan Islam sangat bergantung pada kualitas dan kemandirian generasi mudanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *